Sepuluh cerita dalam buku ini memotret kisah-kisah mereka yang hidup di tepian, yang suaranya selalu dipinggirkan. Tak melulu di kawasan pelosok Indonesia, juga di berberapa kawasan Eropa. Ada haru ibu yang mengetahui anaknya pelaku terorisme. Ada seorang suami dengan preferensi seksual yang berbeda. Ada sepotong kesedihan pekerja di luar negeri. Ada juga sepenggal ingatan mengerikan atas ledakā¦