Sudah beratus-ratus tahun lamanya umat Islam didunia ini mengawali dan mengakhiri puasa dalam waktu yang tidak sama. Ini disebabkan oleh sudut pandang dan cara yang ditempuh dalam menentukan awal pelaksanaan ibdah. Sebagian kalangan menggunakan hisap (perhitungan) dan sebagian lain menggunakan rukyat (pengamatan) terhadap hilal